Perjuangan Mahasiswa, Pelajar, Pemuda dan Rakyat Indonesia kini sedang berlangsung makin seru, meluas dan berdimensi nasional, untuk menuntut reformasi di segala bidang kehidupan demokratisasi sebagai syarat mutlak untuk mengatasi krisis moneter, ekonomi, dan politik.
Kepercayaan rakyat Indonesia terhadap keabsahan dan kemampuan pemerintahan Suharto sudah semakin tipis untuk dapat mengatasi krisis dewasa ini.
Perjuangan Mahasiswa, Pelajar, Pemuda dan Rakyat Indonesia ini adalah perjuangan yang adil dan mencerminkan aspirasi tuntutan rakyat Indonesia dewasa ini, adalah tuntutan zaman menjelang memasuki zaman baru abad 21 melenium ke III sejarah dunia kita.
Tuntutan yang adil ini perlu diteruskan, diperluas serta dilakukan dengan gigih dan secara mutlak perlu didukung ABRI sebagai tentara yang dilahirkan oleh revolusi 45 - sebagai ABRI yang dilahirkan rakyat yang berjuang untuk kemerdekaan, demokrasi, keadilan serta kehidupan yang lebih baik. Sebagian besar ABRI - baik perwira, bintara dan tamtama datang dari rakyat biasa-keluarga kalian hidup sebagai rakyat kebanyakan. Kalian dihidupi dari pajak yang dibayar rakyat, karena itu kewajiban ABRI adalah melindungi rakyat yang kini berjuang untuk reformasi, demokratisasi, perubahan tatanan kehidupan yang lebih baik.
Karena itu hentikanlah tindak represif ABRI dalam menangani aksi mahasiswa, pelajar dan rakyat Indonesia! Mereka adalah adik-adik, saudara dan anak-anak kalian sendiri ! Perwira Tinggi ABRI seperti Prabowo Subianto adalah perwira yang hanya mewakili dan memper-juangkan kepentingan konglomerat keluarga dan konco-konco Suharto-Sumitro, perwira yang kejam yang telah menindas secara berdarah gerakan rakyat demokratis dan membahayakan kelangsungan hidup dan tugas ABRI membela rakyat.
Dialog, kalau pemerintah menghendaki terutama adalah dialog dengan Suharto-Presiden RI. Acara dialog ialah mahasiswa akan menyampaikan tuntutan untuk reformasi - demokratisasi - bukan lain. Ini tidak bisa ditangani oleh departement teknis pembantu Presiden.
Karena itu usaha Menteri Kehakiman Prof. Dr. Muladi akan memecah belah dan mengadu domba mahasiswa dengan akan menyelenggarakan dialog dengan HMI harus dibatalkan, bila nama baiknya masih mau terjaga. Dialog hanya dengan mahasiswa kampus atau wakilnya yang dipilih secara demokratis.
Pengalaman memperlihatkan bahwa mahasiswa seluruh Indonesia dalam melakukan aksi yang adil perlu meneliti barisannya jangan sampai kesusupan elemen provokatif dari aparat keamanan-intel, dan suruhan Letjen Prabowo Subianto-Perwira GPK.
Saatnya makin mendesak dibentuknya Badan Koordinasi Perjuangan Mahasiswa, Rakyat Indonesia untuk mengkoordinasi perjuangan sampai menang.
Hasil persetujuan RI-IMF yang akan ditandatangani tak mungkin dapat dilaksanakan oleh pemerintah yang nepotis, korupsi, kolusi, manipulatif, represif sekarang ini. Hanya pemerintahan yang demokratis, meng-hormati HAM yang dapat melaksanakan dengan baik persetujuan itu, yang dapat menyelamatkan RI dari kehancuran.
Maju terus, konsolidasi dengan baik, waspada terhadap preman penyusup provokatif.
Seluruh rakyat mendukung dan mengikuti perjuangan yang adil ini !
Jakarta, 4 April 1998
Grakdomkes
Setia Nusa Adiputra.
| Kembali ke Index |