Saling bantu dan saling belajar
menciptakan Solidaritas Internasional

Pada bulan Februari yang baru lalu di Jerman telah dilangsungkan suatu kongres dengan maksud untuk mendirikan suatu organisasi yang menbantu menegakkan Solidaritas Internasional. Sebelum kongres itu sendiri dibuka, di kota Kassel telah berkumpul 280 utusan yang berasal dari 60 kota di Jerman. Setelah persiapan yang memakan waktu cukup panjang, organisasi itu kemudian pada saat berdirinya sudah memiliki anggota sebanyak 1.000 orang. Demikian majalah "De Rode Morgen" 17 juni 1996.

Berita pers yang disiarkan dalam rangka menyambut kongres berdirinya organisasi tersebut dikatakan bahwa "Politik kongsi-kongsi multinasional tidak pernah menbiarkan Negeri manapun sampai berhasil melepaskan diri dari bencana pengangguran secara besar-besaran, kemerosotan yang makin parah, dan perampokan dan penghancuran sumber-sumber alamnya. Sebagai akibat daripada perkembangan semacan ini, disetiap benua telah timbul gerakan - gerakan massa anti -IMF dan Bank Dunia, aksi-aksi untuk mengamankan lingkungan, kerja sama dengan para pekerjanya, melancarkan demo-demo untuk perdamaian dan persahabatan antara bangsa-bangsa. Mereka semua memerlukan opini Internasional serta diakuinya suatu politik penerangan yang berlangsung secara independen dan bantuan financial."

Jadi bukan: " Utara yang memberikan sedekah kepada Selatan yang miskin", melainkan saling bantu dan belajar. Bukannya gambar-gambar televisi daripada korban-korban tidak berdaya berada dalam kesengsaraan tanpa hari depan yang disertai nomor giro, melainkan bantuan kepada orang-orang yang melakukan perjuangan dan seiring dengan itu mempunyai kepercayaan pada kekuatan sendiri. Ini merupakan internasionalisasi produksi yang semakin lebih banyak mengikut sertakan orang-orang dalam perjuangan menghadapi lawan-lawan yang sama, multinasional-multinasional yang itu-itu juga dan yang kini sudah mendekam di lebih dari 100 negeri.

Berdirinya Solidaritas Internasional dengan hubungan-hubungannya di banyak negeri merupakan suatu contoh jawaban yang jitu pada ratapan berjuta-juta manususia: Mau dibawa kemanakah dunia ini?

Hal itu sudah disampaikan kepada pihak yang berkuasa, tapi harus kita bereskan sendiri. Bersatu padu kita akan mampu membangun suatu dunia. Berfondasi pada kerjasama dalam perjuangan dan Solidaritas Internasional!

Untuk mendapatkan penerangan tentang:
Solidaritas Internasional [S.I]
Vormholzerstrasse 41
58456 Witten
Deutschland

Bron:
Aksi Setiakawan
No:8+9, 1996

Kirimkan E-mail ke alamat kami / Kembali ke Index bahasa Indonesia