Revolusi adalah Alternative Terbaik

Semua pembaca sudah tau bahwa Negara kita adalah negara Monarki. Suharto yang menyukai paham absolutisme sangat ditakuti oleh siapapun. Negara yang berpaham monarki, adalah negara Tuan tanah. kita sebagai masyarakat tidak mempunyai hak apa apa. kita cuma menumpang tanah, dan setiap saat harus membayar pajak yang dipaksakan . Kalau menolak centeng tuan tanah yang berseragam akan datang melibas kita.

Kita sudah cukup lama menderita. Sudah sewajarnya sekarang bertindak. Beberapa saran perbaikan seperti kita ketahui sudah diteriakan semua orang. Kita menginginkan kemerdekaan dari penindasan Monarki. Tetapi karena monarki tidak pennah mengenal istilah " reformasi dari atas" ala Gorbachev maka semua jalan perubahan secara konyol tertutup sudah.
Revolusi telah terjadi dimana mana.
Revolusi Iran yang menjatuhkan rejim kejam Syah Iran.
Revolusi kejatuhan Komunis di Uni Sovyet.
Revolusi yang menggulingkan Marcos, sahabat monarki kita.
Revolusi yang menendang Mobuto.

Tidak semua Revolusi berhasil memang. Kita harus belajar dengan hati hati dari sejarah. Jangan mengulangi peristiwa kegagalan di Perancis yang gagal menjatuhkan rejim Napoleon III pada tahun 1871 dalam peristiwa" The Paris Commune".yang membinasakan 20.000 orang dgn sia sia.Itu terjadi karena mereka kurang konsolidasi.

ingat, Revolusi yang gagal selalu di cap sebagai pemberontakan. Kita harus meniru kejatuhan Louis XVI,ketika penjara Bastiles di serang. Masyarakat Paris bahu membahu dan terkodisasi dengan baik. Kondisi demikian tercipta karena mereka mempunyai tujuan dan sasaran yang sama. Di kita Artinya mahasiswa dan masyarakat harus turun kejalan bersama sama. Karena persis seperti semangat masyarakat Perancis yang menggoultin Maria Antoinet, mahasiswa dan rakyat punya semangat juang yang sama. tekanlah Abri dan beri mereka kesempatan untuk berpihak dengan kita. Bila mereka tidak mau, maka tiru peristiwa penyerangan di Tuileres, kejatuhan istana monarki yang mengakibatkan musnahnya tentara bayaran dari Swiss sebagai centeng raja pada tahun 1972. 3 tahun setelah revolusi Perancis meledak.

Saatnya sudah tiba.Revolusi sudah cukup matang untuk dipetik. Monarki Suharto sebenarnya dalam keadaan genting.
jangan beri mereka nafas
Kita harus bertindak sekarang...
Tidak ada arternative lain...
semoga Revolusi ini berhasil dan kita bisa mulai mengadili keluarga dan teman dekat Monarki yang selama ini biadab terhadap kita. Dan sekali lagi, mungkin kita mesti meniru ekskusi Raja Louis XVI di"the Place de la concorda" untuk para penjahat di negeri kita. Goutin!

Hasan Basri
Proletar

From: INDONESIA-L
e-mail: apakabar@clark.net
Date: Sun, 12 Apr 1998 05:43:22 +0200 (MET DST)


Kembali ke Index