KAPITAL MENGENAI INDONESIA

Mulai dari jilid pertama, sampai jilid ke-tiga "Kapital" berisikan pemblejetan atas kekejaman kolonialisme Belanda terhadap Indonesia. Marx mengungkap sejarah perkembangan kapital-dagang hingga menjadi kekuasaan kolonial yang perkasa. V.O.C. dan kolonialisme Belanda yang menguasai Indonesia semenjak abad ke-XVII menjadi salah satu sasaran analisa dan pemblejetan yang mendalam.

Dalam jilid pertama bab XXXI Marx menulis: "Negeri Belanda yang pertama mengembangkan sepenuhnya sistim kolonial, dalam tahun 1648 telah berada dalam puncak kebesaran perdagangannya. Ia adalah 'pemilik' yang hampir satu-satunya dari perdagangan Hindia Timur dan perdagangan antar Eropa Tenggara dan Eropa Barat-Daya. Perikanannya, armada lautnya, manufaktur-manufaktunya, melampaui milik negeri lain manapun. Jumlah kapital Republik ini mungkin lebih penting daripada yang dimiliki oleh semua negeri lainnya di Eropa dijadikan satu . . . . . Pada tahun 1648 Rakyat negeri Belanda lebih banyak bekerja melampai batas, lebih miskin dan lebih bengis ditindas daripada rakyat-rakyat di semua negeri Eropa lainnya dijadikan satu".

"Sejarah pemerintah kolonial negeri Belanda -- dan negeri Belanda adalah nasion kapitalis utama dalam abad ke-tujuhbelas -- 'memberikan gambaran tentang hubungan-hubungan penghianatan, penyuapan, pembunuhan besar-besaran dan licik yang paling luar-biasa'. Tidak ada yang lebih karakteristik daripada sistim mereka untuk mencuri manusia, memperoleh budak-budak di Sulawesi untuk pulau Jawa. Pencuri-pencuri manusia itu dilatih untuk keperluan ini. Malingnya, jurubahasanya, adalah agen-agen terpenting dalam perdagangan ini, raja-raja pribumi adalah penjual-penjualnya yang utama. Pemuda-pemuda yang diculik dilemparkan ke dalam tahanan-tahanan rahasia di Sulawesi, sampai mereka siap untuk dimasukkan ke dalam kapal-kapal budak. Suatu laporan resmi mengatakan: 'Kota Makassar ini, misalnya, penuh dengan penjara-penjara rahasia, yang satu lebih mengerikan darapada yang lain, penuh sesak dengan orang-orang malang, korban-korban kerakusan dan kelaliman yang dirantai, yang dengan paksa direnggut dari keluarga mereka'. Untuk mendapatkan Malaka, orang-orang Belanda menyuap Gubernur Portugis. Ia membolehkan mereka memasuki kota itu pada tahun 1641. Mereka ini dengan seketika cepat-cepat datang kerumahnya dan membunuhnya agar 'bebas' dari keharusan membayar 21,875 poundsterling, yaitu harga penghianatannya. Di mana saja orang-orang Belanda menginjakkan kaki mereka, terjadilah perusakan dan kemerosotan jumlah penduduk. Banyuwangi, suatu provinsi di Jawa, dalam tahun 1750 berpenduduk lebih dari 80.000 orang, dalam tahun 1811 hanya tinggal 18.000. Perdagangan yang sungguh lezat ! "

Arti penting negeri jajahan dan cara menguras kekayaan dari negeri itu dilukiskan Marx sebagai berikut: "Jajahan-jajahan menjamin pasar untuk manufaktur- manufaktur yang sedang bertunas, dan melalui monopoli pasaran, menjamin akumulasi yang terus meningkat. Harta kekayaan yang dirampas di luar Eropa dengan jalan perampokan terang-terangan, perbudakan, dan pembunuhan, mengalir kembali ke Ibu-negeri dan di sana dirobah menjadi kapital".

Selanjutnya Marx menulis: "Dengan hutang negara timbul sistim kredit internasional, yang sering menyembunyikan salah satu dari sumber-sumber akumulasi primitif bagi rakyat ini atau itu. Maka kejahatan-kejahatan dari sistim pencurian Venezia merupakan salah satu dasar rahasia dari kekayaan kapital negeri Belanda kepada siapa Venezia dalam masa kemerosotannya meminjamkan jumlah uang yang besar. Demikian juga halnya dengan negeri Belanda dan Inggeris. Pada awal abad ke XVIII manufaktur Belanda telah jauh dilampaui dan Belanda telah berhenti menjadi nasion yang paling unggul dalam perdagangan dan industri. Oleh karenanya, salah satu bidang usahanya yang pokok dari tahun 1701 - 1776 ialah meminjamkan kapital ke-luarnegeri yang luarbiasa jumlahnya, terutama kepada saingannya yang besar, Inggeris".

Tentang kejamnya penindasan kolonial Belanda diungkapkan Marx sebagai berikut: "Sementara membawakan perbudakan anak-anak di Inggeris, di Amerika Serikat industri katun memberi dorongan untuk mengobah perbudakan yang sedikit banyak bersifat patriarkal menjadi sistim eksploitasi yang komersil. Sebenarnya, perbudakan yang terselubung atas buruh-buruh upahan di Eropa, untuk batu-alasnya, memerlukan perbudakan terbuka di dunia baru". "Dalam tahun 1790 di Hindia Barat jajahan Inggeris terdapat 10 orang budak lawan seorang bebas, jajahan Perancis 14 lawan seorang, jajahan Belanda 23 lawan seorang".

Demikianlah, di masa hidup Marx dan Engels, "Kapital"jilid I, II dan III sempat dicetak. Dengan "Kapital" Marx membawa pembaruan revolusioner atas ilmu ekonomi politik.

** Disalin dari tulisan Salam, Juli 1981, Lahirnya dasar-dasar sosialisme ilmiah: Marx-Engels mengenai dasar-dasar sosialisme ilmiah dalam karya-karyanya a.l. "Kapital" mengenai Indonesia.


Ke Index Bahasa Indonesia