Kepada seluruh rakyat Indonesia yang sampai sekarang ditindas oleh rejim
Soeharto, dan siapa saja yang membaca tulisan yang aku sampaikan melalui
email ini, marilah bersama-sama kita mendiskusikan beberapa peristiwa yang
sangat penting dan cukup tragis yang menimpa negara kita.Dari beberapa
peristiwa yang akan aku sebutkan dibawah nanti akan memperlihatkan kepada
kita bahwa kepemimpinan Pak Harto saat ini dalam keadaan krisis dalam arti
bahwa karena faktor usia Pak Harto sudah kakek-kakek sehingga beliau sudah
tidak mampu lagi memimpin negara yang besar ini sehingga mau tidak mau Pak
Harto harus turun.
Untuk itu marilah kita mendiskusikan bersama:
Indonesia Resah
Diskusi ini akan aku awali dengan menyebutkan beberapa kasus yang telah
menimpa dan membuat ketidak percayaan didalam benak kita. Kasus yang sangat
tragis yaitu berupa kelaparan yang terjadi di Irian Jaya yang mengakibatkan
ratusan korban jiwa mati dalam kondisi kelaparan. 'Untung' bagi
saudara-saudara kita yang berada di Sumatera, Kalimantan atau Gunung Kidul
yang masih mampu membeli dan makan gaplek, walaupun untuk kondisi saat ini
sudah tidak layak lagi untuk makan gaplek yang sangat rendah kadar kalori
dan gizinya. Untung yang aku maksud disini yaitu saudara-saudara kita mampu
menghindari kematiannya dengan makan makanan yang sudah tidak layak
dikonsumsi lagi. Bukankah Indonesia sudah Merdeka 52 tahun???. Disisi yang
lain kehidupan melimpah dengan cukup uang dan makanan bagi para pejabat
negara dan orang-orang yang berada disekelingnya. Mereka telah menumpuk
pundi-pundi keuangannya hingga tidak habis untuk 20 turunan berikutnya tanpa
melakukan kerja. Hasil kekayaan tambang freeport di Irian Jaya yang
seharusnya bisa mengatasi kekurangan pangan bagi penduduk aslinya, ternyata
sebagian besar keuntungannya malah masuk kenegera lain dan sebagian kantong
pejabat negara pemilik negeri ini. Juga monopoli yang dilakukan oleh
anak-anak, orang-orang yang dekat dengan Soeharto semakin menambah tebal
kocek segelintir orang yang diuntungkan oleh sistem ini.Penggambaran yang
aku sebutkan diatas bukan berarti aku ingin menghasut, atau punya tendensi
khusus untuk berkuasa, sekali lagi Demi ALLAH tidak! Tapi saya ingin
memperingatkan kepada para pembaca jika hal ini terus kita biarkan maka
negara ini akan menuju ambang kehancuran, Soeharto, keluarganya dan
orang-orang yang didekatnya akan terus menumpuk harta kekayaan sedang
sebagian besar rakyat dalam kondisi sekarat karena kelaparan. Sehingga
munculnya kerusuhan akhir-akhir jangan selalu menyalahkan rakyat, jangan
menuduh OTB, PRD dsb, tapi itulah akar persoalan yang harus kita pecahkan
bersama bagaimana korupsi, kolusi, nepotisme harus kita lawan bersama.
Persoalan kedua yang aku lontarkan disini adalah soal Hutan yang dibakar, yang ternyata tidak saja hanya diraskan oleh Indonesia saja tapi sudah melanda negara tetangga. Korban-pun telah berjatuhan dan akan terus berjatuhan, seperti telah kita lihat bersama tentang pingsannya beberapa pelajar didaerah kebakaran. Dan juga berdasarkan analisa para pakar kesehatan bahwa para penduduk disekitar lokasi kebakaran misalnya tidak sakit saat ini, kemungkinan dalam waktu yang lama mereka akan merasakannya, karena zat-zat kimia yang terkandung didalam asap cukup membahyakan bagi kesehatan. Tapi anehnya pemerintah Indonesia sangat lamban dalam menangani pembakaran hutan tersebut, malah negara tetangga kita Malaysia yang terkena getahnya segera peduli terhadap kondisi pembakaran, dengan segera mengirimkan petugas pemadam kebakaran dan juga peralatannya yang lengkap. Mungkin pemerintah Malaysia sangat peduli dengan kondisi kesehatan rakyatnya seperti kita lihat begitu melihat kondisi semacam itu pemerintah segera membagikan masker, padahal negara Malaysia lebih kecil dan kekayaan alamnya lebih besar untuk Indonesia. Tetapi yang aneh Bob Hasan mengelak tentang perusahaan dia yang termasuk melakukan pembakaran, malah dia menuduh rakyat kecil para peladang yang melakukan pembakaran. Dasar mental pejabat Indonesia.
Pesroalan ketiga yaitu tentang jatuhnya pesawat Garuda, yang merupakan catatan terburuk bagi sejarah penerbangan di Indonesia. Sebetulnya berdasarkan hasil laporan, bahwa jatuhnya pesawat terbang tersebut tidak bisa terlepas dari kebakaran Hutan yang terjadi. Namun inipun kesalahan tidak bisa kita limpahkan pada satu kasus saja, tapi karena persoalan ini sangat berkait dengan Departemen Perhubungan yang berada dibawah mentri 'Menier Van Danoe', yang banyak membuat kesalahan selama dia menjabat. Terjadinya kecelakaan tersebut tentu saja tidak bisa kita lepaskan dari kepemimpinannya, itu yang harus dipertanggungjawabkan terhadap seluruh rakyat. Kalau dinegara lain pejabat yang melakukan kesalahan fatal berani mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mundur dari jabatan, tapi sekali lagi inilah Indonesia dengan rakyatnya yang sabar selalu tersenyum walau ditindas.
Akhirnya....
Dari beberapa persoalan diatas, aku melihat bahwa ternyata Pak Harto telah
lemah didalam mengatur perjalanan roda perjalanan bangsa ini yang akan terus
berkembang. Mungkin karena usianya yang cukup tua seperti yang aku katakan
diatas sehingga Bapak 'Koruptor', Dalangnya 'pembunuh' (ingat paska 65),
sudah pikun dan sudah saatnya istirahat. Kesalahan-kesalahan dan
keterlambatan yang dilakukan oleh aparat yang berada dibawahnya
menunjukkannya. Akan sangat riskan sekali kalau kita masih memperahankan
kembali dia 'Sebagai Presiden', masak diantara 200 juta penduduk Indonesia
tidak ada penggantinya. Aku pikir apa yang selalu dikatakan oleh apa yang
namanya para pejabat kita, bahwa Pak Harto masih mam[pu memimpin untuk lima
tahun mendatang perlu dipertimbangkan secara matang, jangan hanya pandai
menjilat saja, atau inikah, sistem feodalisme.
Untuk itu jikalau Pak Harto juga tidak mau turun dari jabatannya (mungkin takut harta kekayaan keluarganya akan diganggu jika dia tidak berkuasa lagi), maka sudah selayaknya terhadap apa yang menamakan gerakan Pro-Demokrasi untuk melakukan aksi turun jalan. Karena dengan jalan inilah kita akan menyelamatkan negara ini, dengan melakukan aksi turun jalan bersama dengan rakyat Di Philipina telah membuktikannya, bahwa kekutan rakyatlah yang bisa memaksa penguasa turun. Sekali lagi Soeharto memang harus turun.
Mungkin aku cukupkan tulisanku kali ini silahkan siapa yang mau mengecam atau menanggapi tulisanku ini demi kesejahteraan rakyat, dan tumbangnya Soeharto.
From:
INDONESIA-L
Wed, 1 Oct 1997
| Kembali ke Index |