INFO-PEMBEBASAN

MIRAH MAHARDIKA :
PRD TAK GENTAR DINYATAKAN "OT"

Akhir-akhir ini terdengar berita yang menjadi hangat diantara para aktivis pro-demokrasi, yaitu rencana kediktatoran Orde Baru yang akan menyatakan PRD dan beberapa organisasi lain sebagai OT (Organisasi Terlarang). Seperti yang diberitakan SiaR tanggal 27 September 1997, ada 32 organisasi yang tergabung dalam aliansi besar Majelis Rakyat Indonesia (MARI) yang akan dinyatakan sebagai OT. Rencana pengumuman OT itu, menurut informasi yang kami dapat, adalah tepat pada 30 September nanti, yaitu tepat peringatan G.30.S. Sebab, organisasi yang dinyatakan OT pastilah akan diidentikkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Berikut adalah wawancara kami dengan salah seorang pimpinan Komite Pimpinan Pusat PRD, Mirah Mahardika soal rencana pelarangan PRD.

PEMBEBASAN (P) : PRD akan dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Apa komentar Bung ?

Mirah Mahardika (MM) : Kami tak pernah merisaukan itu. Sejak PRD dideklarasikan, Bung Budiman Sudjatmiko telah menyatakan dengan tegas : PRD tidak butuh pengakuan dari penguasa. Yang kami butuhkan adalah pengakuan dari rakyat. Jadi sejak awal kami memang tidak peduli apakah partai kami akan dilarang, para pimpinannya akan dipenjara, dan sebagainya. Dan kita semua telah membuktikan, sejak penindasan militer 27 Juli 1996 lalu PRD telah difitnah sebagai dalang kerusuhan dan para aktivisnya menjadi buron militer. Ini artinya kami sudah tidak lagi mendapat pengakuan dari kediktatoran. Kami tak lagi mendapat perlindungan hukum formal. Tapi ternyata rakyat lah yang mengakui kami. Rakyat menyediakan rumah untuk menampung aktivis PRD dan ormas-ormasnya. Rakyat memberi kami makan selama kami diburu. Rakyat di tempat kami sembunyi mengadakan piket untuk menjaga keamanan kami. Tanpa dukungan rakyat, pastilah kami sudah tertangkap semua..Jadi kami hanya butuh pengakuan dan dukungan rakyat. Itu saja.

P : Dengan dinyatakannya PRD sebagai OT berarti militer akan bebas menangkap semua aktivis PRD.

MM : Sejak dahulu militer selalu bebas menangkap siapa saja. Militer selalu menginjak-injak hukum dan HAM. Pada masa penindasan 27 Juli, militer berusaha menangkap kami, tapi kan nggak tertangkap semua. Dan kami sekarang berjuang di bawah tanah. Siapapun tak tahu dimana sekretariat kami. Tak tahu siapa pimpinan PRD. Bagaimana militer hendak menangkap kami ? Jadi secara prinsipal, terutama bagi PRD, tidak ada bedanya apakah PRD dinyatakan sebagai OT atau tidak.

P : Kira-kira apa yang menyebabkan kediktatoran menjadikan PRD dan beberapa organisasi lain sebagai OT. Kok tidak dulu-dulu, misalnya sejak PRD difitnah sebagai dalang 27 Juli ?

MM : Pertama, ini adalah untuk kepentingan propaganda kediktatoran. Kediktatoran selalu menakut-nakuti rakyat dengan apa yang mereka sebut sebagai ancaman bahaya laten PKI. Katanya PKI selalu mengintai kita, selalu merongrong kita dan akan menjerumuskan rakyat ke jurang kehancuran. Dengan demikian, rakyat akan selalu curiga terhadap gerakan yang menentang penguasa. Rakyat dipaksa untuk fobi terhadap gerakan pro-demokrasi, karena, menurut kediktatoran, gerakan pro-demokrasi adalah gerakan PKI yang berubah baju. Dan bukankah MENURUT PENGUASA PKI itu jahat ?

Kedua, memang penguasa sudah semakin terdesak oleh gerakan pro-demokrasi. Berbagai kejahatan politik yang dilakukan penguasa untuk membunuh gerakan pro-demokrasi ternyata tidak mempan. Lihatlah penangkapan dan pemenjaraan semena-mena terhadap aktivis pro-demokrasi, penjegalan Megawati, penyerbuan DPP PDI, penyiksaan aktivis, pembunuhan wartawan kritis, teror oleh intel dan Pemuda Pancasila, dan macam-macam kejahatan politik pemerintah. Apa hasilnya ? Hasilnya, rakyat tetap melawan. Beribu-ribu serdadu dikerahkan untuk membungkam rakyat, tapi rakyat tetap melakukan pemberontakan-pemberontakan kecil di berbagai tempat. Berbagai propaganda bohong dan fitnah digunakan untuk menjelek-jelekkan kaum pro-demokrasi, rakyat tetap simpati terhadap gerakan pro-demokrasi. Jadi, kediktatoran sebenarnya bingung. Berbagai cara haram telah dihalalkan, tapi tidak juga berhasil. Maka, pengumuman sebagai OT ini adalah cara baru lagi, yang diharapkan akan mempan untuk meredam gerakan pro-demokrasi. Tapi itu baru DIHARAPKAN mempan. Kan belum terbukti. Ha..ha..ha...ha..ha...

P : Ha...ha...ha...jadi pengumunan sebagai OT ini tidak akan efektif, ya ?

MM : Kita nggak tahu apa yang akan terjadi. Tapi bagi PRD jelas tidak akan berarti apa-apa. Karena ini telah kita buktikan semenjak 27 Juli 1996 yang lalu. Bagi organisasi lain, kita doakan saja, semoga tidak membuat gerakan mereka mundur. Semoga pengumuman sebagai OT ini menjadi cambuk bagi semua kelompok pro-demokrasi untuk semakin meningkatkan kualitas perjuangan, semakin merapikan dan mengokohkan struktur organisasinya, semakin menggembleng kader-kadernya, dan semakin menajamkan pikiran-pikirannya, dan, yang lebih penting, semakin meningkatkan keberaniannya.

P : Tapi, penindasan 27 Juli 1996 kemarin membuat sebagian gerakan pro-demokrasi tiarap. Apakah pengumuman OT ini akan demikian ?

MM : Barangkali ada sebagaian yang ketakutan lantaran dinyatakan OT. Ya, memang kualitas setiap organisasi tidak sama. Mungkin saja ada yang menjadi moderat karena disebut OT, atau malah membubarkan diri. Mungkin ada juga yang semakin radikal dan militan. Tapi aku pikir ini sekaligus seleksi terhadap organisasi-organisasi yang memperjuangkan demokrasi di Indonesia. Biar rakyat sendiri yang melihat, mana organisasi yang pantas menjadi kendaraan politik bagi mereka. Tentu rakyat akan memilih organisasi yang teruji oleh sejarah. Hanya organisasi yang mampu menembus terjalnya rintangan yang dibuat oleh kediktatoran lah yang akan mampu menghantarkan rakyat secara selamat menuju dunia terang benderang, yaitu dunia Indonesia yang demokratis.

P : Apa pesan Bung untuk Rakyat Indonesia dan para kader ?

MM : Kepada para kader di seluruh Indonesia, aku pesankan agar tidak usah panik dengan dinyatakaannya PRD sebagai OT. Ini tidak akan efektif. Kita sudah punya sistem pengamanan yang telah terbukti menyelamatkan kita dan Partai kita semenjak ditindas militer tahun lalu. Apalagi kita baru saja melakukan konsolidasi lewat Pertemuan Dewan Nasional I. Dan pada pertemuan DN tersebut kita telah merapikan struktur organisasi kita. Pesan yang kedua, dengan dinyatakannya PRD sebagai OT ini aku harap akan mendorong kita semua untuk lebih disiplin dan berhati-hati. Ingat, berhati-hati itu berbeda dengan takut !

Kepada seluruh Rakyat Indonesia, aku serukan agar tidak terprovokasi oleh pernyataan bahwa beberapa organisasi akan menjadi OT. Kumpulkan dan organisir sanak saudara, kerabat, kawan dan rekan-rekan Anda untuk memenangkan demokrasi dan menggulingkan kediktatoran Soeharto. Lancarkan perlawanan-perlawanan dimana-mana. Tapi jangan sampai kita besar-besarkan isu SARA, seperti menyerang umat Kristen dan sudara kita yang keturunan Cina. Sebab yang membuat kita sengsara bukanlah saudara kita yang Kristen atau yang keturunan Cina, tapi adalah sistem ekonomi-politik Orde Baru yang memang tidak adil dan menindas. Kedua, isu SARA justru akan melemahkan perjuangan kita karena membuat kekuatan rakyat tercerai-berai. Semua kekuatan rakyat harus kita satukan dan kita arahkan ke jantung kediktatoran Orde Baru yang sudah tua ini. ***
=eof=

sumber:
PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK ( P R D )
PEOPLE'S DEMOCRATIC PARTY OF INDONESIA
Europe Office
E-mail : prdeuro@xs4all.nl
Sun, 28 Sep 1997


Back to the main index