KOMITE PIMPINAN PUSAT -
PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK
( K P P - P R D )

Kepada Seluruh Rakyat dan Patriot yang terus berjuang !

TETAP KIBARKAN PANJI-PANJI PERJUANGAN RAKYAT ! MENUJU PEMERINTAHAN RAKYAT YANG DEMOKRATIS !

I . SITUASI UMUM NASIONAL

Rejim Soeharto yang mewakili kepentingan kapitalis keluarga-kerabat merupakan biang keladi dari kehancuran ekonomi Rakyat. Semenjak berkuasa, Soeharto telah berhasil menghisap semua sumber daya rakyat untuk kepentingan keluarga-kerabat kapitalisnya. Di samping itu, kehancuran ekonomi Indonesia juga disebabkan oleh pertentangan kepentingan antar imperialisme yang memiliki kepentingan ekonomi/politik terhadap Indonesia. Situasi terakhir menggambarkan bahwa pertentangan kepentingan semakin nyata di antara kapitalis keluarga-kerabat Soeharto yang berhadapan dengan kepentingan imperialisme. Pemerintahan Soeharto yang korup dan penuh dengan manipulasi telah melahirkan sebuah sistem kapitalisme yang sangat bobrok dan tidak efisien. Hutang swasta (milik keluarga dan kerabat Soeharto ) tidak bisa lagi ditoleransi oleh kepentingan kapitalis internasional (imperialisme), yang dalam hal ini diwakili oleh International Monetary Fund (IMF --Dana Moneter Internasional) dan Bank Dunia. Jalan keluar yang ditawarkan IMF/Bank Dunia adalah demi kepentingan kaum imperialis barat (Amerika dan Eropa). Sedangkan Currency Board System (CBS) adalah sistem yang mewakili kepentingan kapitalisme keluarga-kerabat Soeharto di dalam negeri.

Kedua jalan keluar tersebut adalah jauh dari kepentingan ekonomi rakyat yang justru akan membawa rakyat semakin terpuruk dalam kehancuran ekonominya. Kapitalisme internasional (imperialisme) yang diwakili oleh IMF/Bank Dunia memang menginginkan pergantian rejim. Kaum imperialis ingin agar rejim yang baru dapat menjamin berjalannya efisiensi kapitalisme internasional di Indonesia, dan dapat berkuasa penuh atas ekonomi Indonesia. Namun, kaum imperialis, dalam hal ini IMF/Bank Dunia, tidak konsisten dengan keinginannya, karena belum ada kaum oposisi yang benar-benar bisa dipercaya untuk menggantikan Soeharto dan menjaga modal imperialisme.

Sedangkan CBS adalah sebuah sistem yang diatur oleh negara/ pemerintah, yang masih dijalankan oleh rejim Soeharto, serta untuk kepentingan mengembalikan kekuatan ekonomi kapitalis keluarga dan kerabat Soeharto. Sudah jelas bahwa kapitalis keluarga dan kerabat Soeharto menginginkan untuk bisa bangkit lagi dengan menerima pinjaman luar negeri. Namun, hutang tersebut biarlah rakyat, dalam hal ini negara yang membayarnya, seperti halnya praktek-praktek tamak yang sudah berjalan 30 tahun lebih yang memeras rakyat dan negara.

Dalam Sidang Umum MPR (SU-MPR) sudah dipersiapkan agar Soeharto terpilih kembali dengan Habibie sebagai wakilnya. Orang-orang yang duduk di kursi MPR tersebut adalah boneka-boneka bayaran Soeharto untuk menyelamatkan Soeharto agar tetap berkuasa. SU-MPR ini adalah liang kubur yang digali sendiri oleh Soeharto untuk dirinya dan sistim politik Orde Baru yang dibangunnya, karena rakyat akan terus bangkit melawan kediktaktorannya sampai titik darah yang terakhir.

Keadaan ekonomi dan politik yang semakin buruk akan berakhir dengan kebangkrutan total secara ekonomi dan politik. Indonesia adalah tempat yang tidak aman untuk menanam modal selama Soeharto berkuasa. Tidak ada pilihan lain bagi dunia internasional selain mendukung perjuangan perlawanan rakyat menggulingkan Soeharto dan membantu rakyat membangun sistim yang lebih demokratis, secara ekonomi dan politik.

Tokoh-tokoh oposisi seperti Megawati Soekarnoputri, Amin Rais, Emil Salim, Sri Bintang Pamungkas, dan Budiman Sudjatmiko, yang bangkit kepercayaan dirinya adalah karena adanya gerakan rakyat yang semakin kuat untuk menggulingkan Soeharto. Namun, tokoh-tokoh oposisi tersebut akan mendapatkan dukungan rakyat hanya jika mereka konsisten/setia pada garis perjuangan rakyat untuk kedaulatan rakyat, berani menghadapi risiko, bersatu dan bersama rakyat menggulingkan diktaktor Soeharto.

Dalam perjalanan kebangkitan perjuangan massa-rakyat, rakyat tidak pernah ambil pusing dengan tokoh tokoh oposisi yang muncul. Sudah banyak tokoh-tokoh oposisi, namun banyak juga yang tidak setia karena takut pada ancaman Soeharto. Sementara itu, rakyat semakin sengsara, semakin lapar, harga-harga melonjak, hak asasi manusia (HAM) diinjak-injak. Massa rakyat bukan hanya sekedar ingin menggantikan dikataktor Soeharto, namun juga ingin merombak sistem ekonomi-politik dan menggantikannya dengan sistim yang pro-rakyat, serta lebih menjamin kedaulatan rakyat, keadilan sosial dan demokratis.

Rakyat kini percaya bahwa satu-satunya jalan keluar bagi bangsa Indonesia adalah menggulingkan diktator Soeharto. Jika jalan konstitusi tidak dapat dilakukan karena konstitusi telah diselewengkan dan menjadi anti-rakyat, maka rakyat akan bergerak sesuai dengan hukum-hukum revolusi, yaitu pemberontakan rakyat semesta demi menggantikan diktaktor Soeharto, pemerintahan, dan sistem yang bobrok dan busuk, dengan sistem pemerintahan rakyat yang berdaulat, adil, dan demokratis. Hanya dengan cara ini maka demokrasi politik dan ekonomi dapat dibangun oleh rakyat.

DPR/MPR boneka yang sudah disuap Soeharto harus digantikan oleh rakyat. Dewan-dewan rakyat yang merdeka dan berdaulat harus berdiri dan menggantikan fungsi DPR/MPR boneka Rejim Soeharto. Dan rakyatlah yang harus mendirikannya dari tingkat kampung/desa/kelurahan, kecamatan, kotamadya/kabupaten, propinsi, dan nasional. Dewan-dewan rakyat juga harus didirikan di kampus, sekolah, pabrik dan kantor.

APA YANG HARUS DILAKUKAN ?
TUGAS MENDESAK BAGI RAKYAT !

1 . Dirikan Dewan Rakyat Merdeka (DRM) di semua tingkat wilayah, tempat kerja dan tempat belajar !

Semua orang yang berjuang untuk demokrasi harus membangun DRM yang akan menggantikan fungsi DPR. DRM tersebut dibangun di semua tingkatan wilayah dari kampung/desa/ kelurahan, kecamatan, kotamadya/kabupaten, propinsi, dan nasional. DRM juga harus berdiri di tingkatan kantor, perusahaan, pabrik, sekolah menengah umum (SMU), dan kampus, serta membawa aspirasinya ke DRM tingkat wilayah di atasnya. Mereka yang duduk di dewan-dewan tersebut adalah semua wakil wilayah di daerah tersebut dan wakil golongan, agama, sektor/profesi, partai dan organisasi massa (ormas) independen yang mau berjuang di garis keperjuangan rakyat untuk demokrasi. Dewan-dewan ini adalah alat perjuangan rakyat yang tertinggi dan aspiratif karena didirikan oleh inisiatif rakyat. Tugas pertama dari dewan-dewan tersebut adalah memilih pimpinan-pimpinan rakyat yang sejati (berani dan setia) di lngkungannya

2 . Tetap lancarkan Tuntutan Rakyat pada penguasa !

Lancarkan semua cara untuk berjuang dengan membawa tuntutan-tuntutan pokok ke kantor-kantor pemerintah. Tuntutan Pokok Rakyat itu adalah :
- Tolak PEMILU 1997, Bubarkan DPR/MPR Boneka !
- Tolak SU-MPR 1998, Tolak Pemilihan Soeharto sebagai Presiden !
- Turunkan Harga !
- Tangkap dan Adili Soeharto, serta keluarga/kerabatnya sebagai biang kesengsaraan Rakyat !
- Cabut Lima UU Politik 1985 !
- Nasionalisasi semua aset ekonomi keluarga dan kerabat Soeharto !
- Dirikan Dewan-Dewan Rakyat Merdeka !

3 . Lancarkan Protes dan Pemogokan !

Rakyat harus terus melancarakan perlawanan dengan cara pemogokan di semua tempat, kampus, pabrik, kantor, sekolahan, dan merebut/menduduki dan menguasai semua tempat tersebut. Hentikan semua kerja produksi, transportasi dan sistem pengajaran yang selama ini anti rakyat. Lancarkan pemogokan umum berbasiskan wilayah (kota, propinsi, dan nasional) di semua sektor. Semua tuntutan sektor, profesi, lokal harus dilancarkan bersamaan dengan tuntutan pokok rakyat.

4 . Hentikan pertentangan antar rakyat ! Bersatulah untuk menggulingkan Soeharto !

Hentikan pertentangan dan saling memusuhi antar agama, antar suku, antar pribumi-cina. Semua pertentangan dan permusuhan tersebut adalah rekayasa Rejim Soeharto dan antek-anteknya dalam politik adu domba. Tujuan rekayasa ini adalah untuk menutup kenyataan bahwa Soeharto adalah biang penyebab persoalan dan kesengsaraan rakyat, serta untuk menyelamatkan diri Soeharto sendiri. Rakyat sudah harus bersatu melawan Soeharto karena dialah yang menjadi sebab semua kesengsaraan rakyat. Rakyat harus mengerti bahwa semua hartanya sebesar US$ 40.000.000.000 (empat puluh milyar dolar) atau Rp 400. 000.000.000.000,- (empat ratus triliun rupiah), menurut kurs US$ 1 = Rp 10.000, sebagai harta yang terdeteksi. Soeharto adalah orang terkaya ketiga setelah Bill Gates (Amerika Serikat), Sultan Bolkiah (Brunei). Semua harta itu adalah milik rakyat dan harus dikembalikan pada rakyat yang kelaparan.

INSTRUKSI KEPADA SEMUA KADER PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK (PRD)

Kepada semua kader Partai Rakyat Demokratik (PRD) di seluruh pelosok tanah air, tugas kita sebagai kader sekarang ini adalah :
- Membantu rakyat membangun dewan-dewan rakyat yang sejati, yaitu Dewan Rakyat Merdeka (DRM), di semua tingkatan wilayah dan tempat kerja/belajar.
- Membantu rakyat menuntut haknya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi (perut), yaitu dengan jalan mengambil alih sektor-sektor produksi dan hasil produksi untuk digunakan oleh rakyat secara adil.
- Membantu rakyat untuk melancarkan perjuangan massa, yaitu dengan pemogokan, aksi protes, dan lainnya, sebagai peralatan perjuangan rakyat.

Tetaplah teguh dan setia bersama perjuangan rakyat, sampai rakyat menang dan berkuasa penuh. Semua penderitaan : maut, penjara, caci maki, dan penghinaan yang kita derita tidaklah sebesar dan seberat penderitaan yang dipikul oleh rakyat. Darah dan cucuran air mata kita akan memperbesar dan memperluas kobar perjuangan rakyat menumbangkan Rejim Diktaktor Soeharto untuk mendirikan demokrasi yang sejati.

Demikian surat seruan perjuangan dari kami. Allah selalu beserta umatnya yang terus berjuang memperbaiki nasibnya !

Jakarta, 20 Februari 1998
atas nama
Komite Pimpinan Pusat - Partai Rakyat Demokratik
(KPP-PRD)

Mirah Mahardhika

From:
PRD - EUROPE OFFICE
e-mail: prdeuro@xs4all.nl
Mon, 9 Mar 1998 06:24:24 +0100 (MET)


Kembali ke Index