SERUAN KOMITE PIMPINAN PUSAT -
PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK
(KPP - PRD)
30 APRIL 1998
1 . Krisis yang terjadi di Indonesia adalah bukan sekedar krisis ekonomi, tapi juga krisis politik. Ini disebabkan karena rakyat Indonesia sudah tidak menghendaki kepemimpinan Soeharto lagi yang menjalankan sistim pemerintahan yang tidak demokratis dan diktator. Semua krisis tersebut bersumber pada Pemerintahan Soeharto dan telah mengorbankan kepentingan mayoritas Rakyat, terutama Rakyat Pekerja, demi kepentingan sejumlah kecil Pemilik Modal (kapitalis keluarga-kerabat diktator Soeharto)
2 . Reformasi yang diinginkan/dituntut oleh rakyat dan harus menjadi agenda
perjuangan kaum oposisi Indonesia adalah reformasi di bidang politik dan
ekonomi, yaitu :
2.1. Secepatnya menurunkan/menggulingkan Soeharto
2.2. Pendirian Pemerintahan Koalisi Demokratis yang bertugas :
a . Mencabut 5 UU Politik dan Dwifungsi ABRI,
b . Melaksanakan pemilihan umum ulang yang demokratis dan memilih
pemerintahan baru,
c . Menurunkan harga-harga sembilan bahan pkok (sembako) dan membuka
peluang untuk mengembalikan nilai tukar Rupiah dengan sistim
ekonomi yang lebih demokratis
3 . Gerakan mahasiswa adalah murni membawa aspirasi rakyat yang semakin menderita. Kaum mahasiswa intelektual telah membuktikan dirinya untuk menjadi pelopor yang revolusioner. Namun, perubahan tidak akan pernah akan terjadi jika tidak melibatkan rakyat secara luas (non-mahasiswa). Oleh karena itu, mahasiswa harus mengajak rakyat untuk berjuang bersama-sama dalam satu barisan perlawanan menggulingkan Soeharto dan mendirikan Pemerintahan Koalisi Demokratis.
4 . Usaha ABRI untuk melakukan dialog adalah positif selama ABRI tidak mencoba menghambat gelombang tuntutan reformasi dan mau ikut serta dalam penggulingan Soeharto. ABRI harus kembali ke garis Sapta Marga, yaitu mengabdi pada rakyat yang sudah menghidupinya, bukannya menjadi alat teror, penculikan, penyiksaan dan penghalau gerakan rakyat yang melawan diktator Soeharto. Untuk itu ABRI harus membersihkan diri dan menindak tegas oknum-oknum ABRI yang menyeleweng dari Sapta Marga, dan ikut serta dalam barisan rakyat yang melawan. Untuk itu ABRI harus membuktikan jati dirinya tersebut secara konsisten. Kaum veteran dan purnawirawan yang masih berjiwa patriotik harus menjadi contoh militansi dan radikalisme dalam perjuangan, serta merebut kembali jembatan emas menuju keadilan sosial yang telah diluluhlantakkan oleh Pemerintahan Orde Baru-nya diktator Soeharto agar pengorbanan darah dan jiwa kaum pejuang dalam Revolusi 45 tidak menjadi sia-sia belaka.
5 . Rakyat harus terlibat aktif dalam perjuangan bersama mahasiswa. Datanglah ke mahasiswa dan mintalah bantuan mereka apa yang harus dilakukan. Persoalan rakyat adalah keluar dari kesulitan ekonomi yang sudah diporakporandakan oleh diktator Soeharto. Semua persoalan adalah akibat Pemerintahan Soeharto yang korup, manipulatif dan berdarah. Sekarang tiba saatnya kita menggalang barisan dan bersatu menggulingkan biang keladi penderitaan rakyat.
6 . Rakyat Pekerja Indonesia, khususnya kaum buruh (pabrik, perkantoran maupun transportasi) yang semakin lama terpuruk di dalam barisan pengangguran yang hingga April 1998 ini berjumlah 13 juta jiwa lebih, merupakan kekuatan pokok yang menentukan roda pembangunan Orde Baru selama 30 tahun lebih. Kekuatan kitalah yang akan menentukan takdir arah perubahan masyarakat Indonesia di hari depan. Tanpa keterlibatan Rakyat Pekerja (kaum buruh transportasi, pabrik, perkantoran, kaum tani) dalam perjuangan menumbangkan rejim diktator Soeharto maka perjuangan untuk demokrasi akan jauh dari kepentingan Rakyat Pekerja. Perubahan nasib Rakyat Pekerja menjadi lebih baik hanya akan tercapai jika Rakyat Pekerja ikut serta dalam penumbangan rejim diktator Soeharto, dan ikut dalam Pemerintahan Koalisi Demokratik. Sekaranglah saatnya bagi Rakyat Pekerja menentukan sikap kesertaannya dalam perjuangan menuju demokrasi. Kita, Rakyat Pekerja harus bangkit menentukan nasib kita dan arah pembangunan Indonesia Baru, atau selamanya menjadi budak dari pemilik-pemilik modal yang akan merampas hidup anak dan keluarga kita dalam lubang-lubang penderitaan penindasan kemiskinan dan pembodohan !
7 . Masyarakat internasional, tetaplah serius membantu Rakyat Indonesia untuk menggulingkan rejim Soeharto. Hentikan semua "Bantuan" yang telah masuk ke kantong diktator keluarga-kerabat-kapitalis Soeharto, sampai Soeharto Tumbang. Semua bantuan internasional akan digunakan untuk kepentingan lingkaran Keluarga-kerabat Soeharto, yang sedang menuju kebangkrutan. Rakyat Amerika harus sadar bahwa selama ini Pemerintahan Amerika dan diktaktor Soeharto bertanggung jawab terhadap kudeta Pemerintahan Soekarno yang sah dan melakukan pembantaian massal pada 1965 sebanyak 3 juta jiwa di Indonesia. Sekarang adalah tugas kita bersama untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Komitmen Rakyat Amerika terhadap penderitaan Rakyat Vietnam dan Afrika Selatan telah mengurangi keterlibatan pemerintahan dan militer Amerika. Sekaranglah doa dan komitmen Rakyat Amerika kami minta demi penderitaan Rakyat Indonesia selama 30 tahun lebih di bawah diktator Soeharto yang dibantu Pemerintah Amerika. Kami meyakini hati nurani Rakyat Amerika sebagai bangsa yang berjuang serta menjunjung tinggi Hak-hak Asasi Manusia (HAM) dan Keadilan.
8 . Kami minta doa, solidaritas, dan bantuan Masyarakat Internasional untuk ikut mendesak Persatuan bangsa-Bangsa (PBB) menyeret Soeharto ke pengadilan Internasional dan mempertanggungjawabkan kekejamannya terhadap rakyat Indonesia selama berkuasa. Kami Juga meminta agar tidak ada satu negeripun yang terlibat menerima/melindungi/menyelamatkan keluarga dan kerabat diktator Soeharto. Jangan kotori tangan kalian dengan membantu diktator kejam semacam Soeharto.
Sekian Seruan kami.
Demokrasi atau Mati !
Jakarta, 30 April 1998
Mirah Mahardhika
Komite Pimpinan Pusat
Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD)
Sumber:
PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK ( P R D )
PEOPLE'S DEMOCRATIC PARTY, INDONESIA
Europe Office
E-mail : prdeuro@xs4all.nl
Date: Fri, 01 May 1998 11:50:06 +0200
| Back to PRD |