PADA TANGGAL 14 MEI 1997
2 . Karena tidak terpimpin. Mahasiswa yang seharusnya berfungsi memimpin
massa, menolak mengambil fungsi itu akibat kekhawatiran akan
dikambinghitamkan. Argumen tersebut adalah kurang tepat, karena :
a . Justru karena tidak dipimpin itulah rakyat menjadi anarkis dan rasialis.
b . Kekhawatiran bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi bersama rakyat akan
berakibat anarkis menunjukkan bahwa mahasiswa masih terhegemoni oleh
demagogi militer. Padahal kita semua sudah tahu bahwa demagogi militer tersebut
bertujuan untuk mengisolasi mahasiswa dari rakyat, sehingga gerakan menuntut
reformasi menjadi kerdil.
3 . Anarkisme merupakan reaksi terhadap tindakan brutal ABRI saat itu maupun pada waktu-waktu sebelumnya. Terbukti selama ini rakyat dan mahasiswa berkali-kali melakukan aksi secara tertib, namun kerap mereka mendapat balasan berupa tindakan brutal oleh militer. Akibat tindakan brutal itulah rakyat melawan dengan kekerasan. namun, sayangnya, sering kali salah sasaran. Rakyat membakar gedung, kendaraan dan toko. Dalam situasi seperti itu, rakyat sangat didominasi oleh emosi kemarahan.
II . Rasialisme bukan merupakan kesadaran sejati rakyat dan bukan merupakan sebuah gerakan yang terorganisasi.
1 . Kesadaran sejati rakyat adalah benci dan marah terhadap penguasa yang telah membuat kebijakan yang menyengsarakan sebagian besar rakyat serta hanya menguntungkan sebagaian kecil orang. Rakyat dimana-mana mengumpat Soeharto, Harmoko, serta pejabat lain. Mereka membuat corat-coret yang berbunyi "Gantung Soeharto", "Gantung Harmoko" dan sebagainya. Namun, mereka yang tidak terorganisasi dan tidak pernah mendapat pendidikan politik serta mengalami kelaparan yang amat sangat akibat krisis ekonomi, tiba-tiba sangat mudah diprovokasi untuk merampas barang-barang, termasuk milik WNI keturunan Tionghoa, yang memang pada umumnya adalah pedagang. Namun, sebenarnya kemarahan rakyat tertuju kepada penguasa.
2 . Tidak ada organasi berwatak rasialis yang menggerakkan pada saat itu. Perampasan dan perusakan harta WNI keturunan Tionghoa juga bukan merupakan sebuah strategi ataupun taktik dalam rangka perjuangan menggulingkan diktator Soeharto. Hal itu dilakukan secara spontan. Spontanitas seperti ini mencerminkan ketiadaan kepemimpinan.
III . Tindakan Mendesak :
1 . Mahasiswa harus segera memimpina rakyat, dengan cara :
a . Mengajak rakyat untuk melakukan aksi politis secara benar sebagai
latihan aksi bagi rakyat.
b . Berintegrasi dengan rakyat di kampung-kampung.
c . Memberikan pendidikan politik kepada rakyat melalui penerangan, orasi,
selebaran, terbitan, dan sebagainya.
2 . Melakukan aksi-aksi pengumpulan massa secara terus-menerus dan akumulatif.
Jakarta, 18 Mei 1998
atas nama
Komite Pimpinan Pusat PRD
Mirah Mahardhika
Sumber:
PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK ( P R D )
PEOPLE'S DEMOCRATIC PARTY, INDONESIA
Europe Office
E-mail : prdeuro@xs4all.nl
Date: Tue, 19 May 1998 02:55:10 +0200
| Kembali ke PRD |