PERNYATAAN SIKAP MAHASISWA INDONESIA


PERNYATAAN SIKAP

1. Mengecam dengan keras pihak-pihak yang menghasut untuk melakukan tindakan kerusuhan dan kekerasan.
2. Mengutuk keras tindakan kekerasan militer terhadap rakyat yang telah menimbulkan korban jiwa dan menuntut Panglima Tertinggi ABRI (Habibie) dan Panglima ABRI (Wiranto) untuk bertanggung jawab secara hukum atas kekerasan tersebut yang terjadi di JABOTABEK khususnya dan wilayah Indonesia pada umumnya.


SERUAN

1. Menyerukan kepada rakyat dan seluruh bangsa Indonesia untuk menghindari hasutan-hasutan, tindakan kekerasan dan pengrusakan terhadap fasilitas rakyat seperti rumah-rumah ibadah, fasilitas sosial, pasar, rumah sakit, sekolah dan fasilitas umum lainnya.

2. Dalam perjuangan menuju masyarakat yang adil dan sejahtera, kami menyerukan:
a. mengibarkan bendera setengah tiang selama 3 hari, dimulai pada hari Senin, 16 Nopember 1998, sebagai tanda turut berduka cita.
b. Menyerukan pemogokan nasional selama 3 hari, mulai tanggal 16 Nopember 1998, sebagai bentuk perlawanan tanpa kekerasan terhadap pihak penguasa yang masih menggunakan cara-cara Soeharto.

3. Menolak hasil-hasil Sidang Istimewa (SI) yang nyata-nyata cacat hukum, moral dan politik serta berlumur darah, yang tidak menampung keinginan dan kehendak rakyat.

4. Menyerukan kepada segenap elemen bangsa untuk bersatu gerak dan sikap dalam mewujudkan kekuasaan transisi.


Jakarta, 15 Nopember 1998
Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (FAMRED)
Forum Bersama Front Jakarta (Persatuan Pemuda Pelajar Mahasiswa Jakarta)


Kembali ke Index