KOMITE PIMPINAN PUSAT -
PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK
(KPP-PRD)


SIARAN PERS

AKSI CORAT CORET (GRAFITTY ACTION)
DAN PENEMPELAN POSTER BOIKOT PEMILU 1997

Upah 7000,
Turunkan Harga,
Partai Baru,
Presiden Baru,
Referendum bagi Rakyat Maubere !!!

Hari ini, Senin 3 Maret 1997, antara jam 01.00 s.d 02.00 WIB, secara serentak di sembilan kota, yaitu : Jabotabek, Lampung, Medan, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Palu, dan Manado dilakukan aksi corat coret (grafitty action) dan penempelan poster yang berisi ajakan Pemboikotan Pemilu 1997. Aksi yang dipimpin oleh masing-masing Komite Pimpinan Kota - Partai Rakyat Demokratik (KPK-PRD) merupakan kampanye untuk membongkar waktak busuk pemilu Orde Baru .

Khusus di Jakarta , Aksi ini dilakukan pada 5 lokasi berbeda , antara lain :
- Terminal Blok M, di tangga masuk Jalur 3 & di telpon umum terminal,
- Terminal Bis Kampung Rambutan, pintu masuk/gerbang,
- seberang dan di halte Hero Perdatam,
- Jl. Gatot Subroto, seberang halte Gelael.
- Jl. Gatot Subroto, halte PMI Kramat,
- Jl. Gatot Subroto,
(di terminal Kampung Rambutan, aksi terlihat oleh seorang Polisi dan langsung mengejar dengan sebelumnya mengeluarkan ancaman tembak di tempat.
Sampai siaran pers ini diturunkan 1 orang kader PRD masih belum diketahui nasibnya).

Komite Pimpinan Pusat - Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD) menilai saat ini sedang berada dalam sebuah tahapan penting dimana Rejim Diktator Orde Baru untuk kesekian kalinya berusaha mempertahankan kekuasaannya secara konstitusional yang dipaksakan lewat Pemilu 1997. Pra kondisi untuk itu telah dipersiapkan jauh jauh hari, karena untuk menang secara konstitusional pun rejim ini harus didukung oleh kondisi yang menjamin kemenangan mereka. Kita bisa melihat bagaimana pra kondisi itu sudah dimulai dengan intervensi di tubuh PDI sampai pada pembabatan kelompok pro demokrasi pada tanggal 27 Juli sampai pada kerusuhan kerusahan terakhir.

Dengan tidak diikutsertakannya DPP PDI Megawati dalam Pemilu 1997 dan ditambah sejumlah kecurangan lainnya semenjak dimulainya proses pemilu pada pertengahan tahun 1996 maka dapat disimpulkan bahwa Pemilu 1997 adalah pemilu yang penuh dengan kecurangan dan kebobrokan. Sampai pada tahapan ini satu satunya cara perlawanan yang paling efektif adalah Boikot Pemilu. Tetapi bukan berarti melakukan pemboikotan pemilu adalah menolak Pemilu sebagai sarana untuk menyalurkan aspirasi politik rakyat. Pemboikotan dilakukan sebagai perlawanan terhadap kediktatoran Orde Baru yang tanpa malu menggunakan Pemilu sebagai sarana untuk memperpanjang kekuasaan, memperpanjang proses penindasan dan melanggengkan kemiskinan rakyat, dan memperpanjang masa pengerukan dan penimbunan harta bagi keluarga Soeharto dan keluarga serta komplotannya.

Aksi inipun mencantumkan pencabutan paket 5 UU Politik dan Dwi Fungsi ABRI sebagai tuntutan utama untuk tetap mengingatkan kepada massa rakyat bahwa kedua hal itulah merupakan akar persoalan ekonomi politik yang kini menimpa rakyat. Dua hal itulah yang selama ini menjadi pilar utama penyangga kekuasaan Rejim Orde Baru. Pemilu di bawah cengkeraman 5 UU Politik dan Dwi Fungsi ABRI terlebih-lebih dengan penyingkiran Megawati, tidak akan memberikan manfaat sedikitpun bagi rakyat. Bahkan Pemilu akan menjadi alat untuk mengkorupsi dan memanipulasi suara rakyat. Karena itu tulisan dalam aksi ini adalah :
1. Boikot Pemilu 1997 !!!,
2. Tanpa Megawati, Boikot Pemilu 1997 !!!,
3. Sebelum 5 UU Politik dicabut, Boikot Pemilu 1997 !!!,
4. Sebelum Dwi Fungsi ABRI dicabut, Boikot Pemilu 1997 !!!.

Bagi Komite Pimpinan Pusat Partai - Rakyat Demokratik (KPP-PRD), aksi corat coret (grafitty Action) dan penempelan poster yang diselenggarakan pada hari ini merupakan pra kondisi untuk menyerukan kepada massa rakyat untuk melakukan Boikot Pemilu sambil. mengingatkan bahwa aksi boikot tanpa melibatkan massa hanya akan menjadi perlawanan simbolis yang tidak punya daya pukul. Karena itu, aksi ini tidak berhenti sampai di sini. Akan ada aksi-aksi lanjutan yang akan melibatkan massa rakyat secara meluas.

Satu Perlawanan, satu Perubahan !!!
Demokrasi Atau Mati !!!

Komite Pimpinan Pusat -
Partai Rakyat Demokratik
(KPP-PRD)

Mirah Mahardika


PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK (PRD)
PEOPLE'S DEMOCRATIC PARTY OF INDONESIA
Overseas Office
E-mail : prdint1@peg.apc.org


Kirimkanlah E-mail ke alamat kami / Kembali ke Index bahasa Indonesia