STATEMEN KELOMPOK CIPAYUNG
(GMKI, PMII, GMNI, HMI, PMKRI)
SURABAYA


PENGADILAN DITA Cs :
PEMASUNGAN SIKAP KRITIS MAHASISWA

Persoalan kasus Dita cs. telah mengundang perhatian yang cukup besar di masyarakat. Resonansi kasus tersebut menjadi sedemikian besar, bukan saja karena ia menyangkut eksistensi dari gerakan-gerakan mahasiswa, namun ia juga menjadi sebuah fenomena politik dan peradilan kita.

Hal itu terkait langsung dengan eksistensi dari gerakan kemahasiswaan karena Dita cs. adalah sekelompok mahasiswa yang tergerak untuk menyuarakan suara kebenaran dan menyampaikan amanat penderitaan rakyat. Sikap kritis mereka ternyata harus dibayar dengan terenggutnya kebebasan mereka sebagai manusia Indonesia yang (seharusnya) merdeka dan berdaulat. Bagaimanapun juga, sikap kritis mahasiswa adalah aspirasi dari hati nurani rakyat untuk mengoreksi berjalannya pembangunan di masa Orde Baru.

Memang, secara objektif harus diakui bahwa keberhasilan pembangunan di masa Orde Baru telah dirasakan oleh sebagian masyarakat kita. Tetapi, harus diakui pula bahwa pembangunan yang telah berlangsung selama ini masih mengandung banyak kelemahan dan kekurangan serta dampak negatif yang ditimbulkannya. Hal ini tentu saja menuntut adanya suatu koreksi terhadap perjalanan roda pembangunan tersebut. Ironisnya, ketika fungsi koreksi itu dilakukan khususnya oleh para aktivis mahasiswa sebagai perwujudan parisipasi generasi muda dalam pembangunan kerap kali dituding sebagai penghambat pembangunan.

Padahal, untuk mewujudkan tujuan Pembangunan nasional menuntut suatu iklim keterbukaan yang didalamnya terkandung unsur kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul seperti yang termaktub dalam Pasal 28 UUD 1945. Ini mengisyaratkan bahwa setiap warga negara (baca: mahasiswa) diberikan kebebasan dalam menyuarakan aspirasinya. Dalam konteks ini, kami memandang bahwa peradilan Dita cs. adalah pelanggaran dari pasal tersebut diatas.

Ketidakjelasan arah tuduhan dari pidana umum menjadi pidana politik dengan melalui pemaksaan pasal-pasal Subversif, adalah penodaan terhadap kewibawaan hukum yang justru seharusnya ditegakkan oleh lembaga peradilan sebagai benteng terakhir dari rakyat untuk memerjuangkan keadilan dan kebenaran. Bertolak dari hal itu, kami menyerukan agar "pasal-pasal karet" sebagai produk dari kolonial tersebut dikaji kembali penerapannya, karena tidak sesuai lagi dengan ruh zaman yang ada ditengah-tengah masyarakat Indonesia yang telah merdeka selama 51 tahun.

Berdasarkan pemikiran-pemikiran tersebut diatas, maka kami :
1 . Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) - Cabang Surabaya
2 . Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) - Cabang Surabaya
3 . Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) - Cabang Surabaya
4 . Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) - Cabang Surabaya
5 . Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) - Cabang Surabaya,
yang tergabung dalam KELOMPOK CIPAYUNG Surabaya, dengan ini menyatakan sikap kepriatinan :
1 . Bahwa pengadilan Dita cs. merupakan sebuah upaya untuk mematikan sikap kritis mahasiswa selaku tunas bangsa yang berkewajiban menyampaikan amanat penderitaan rakyat. Oleh karena itu, kami menyerukan kepada pemerintah agar sikap kritis mahasiswa tidak dituding sebagai sikap yang anti pembangunan, apalagi sebagai perongrong terhadap ideologi Pancasila.
2 . Menuntut penghapusan pasal-pasal Hatzai Artikelen (pasal-pasal penyebar kebencian) dalam KUHP dan ketetuan UU 11/PnPs/1963 (UU Subversif), karena ketentuan tersebut merupakan produk kolonial yang ditetapkan oleh penguasa Orde Lama, juga karena ketentuan tersebut sudah tidak relevan lagi dengan ruh zaman yang ada di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang telah merdeka lebih dari separuh abad.
3 . Bahwa penolakan izin masuk kelompok Cipayung Surabaya untuk mengunjungi Dita dan kawan-kawan di Rutan Medaeng Sidoarjo pada tanggal 17 April 1997, merupakan bentuk pendiskriminasian hak-hak tahanan. Oleh karena itu kami menyerukan agar hal itu tidak terulang lagi.

Surabaya, 22 April 1997,
Kelompok Cipayung Surabaya

GMKI Cabang Surabaya
Daniel Rohi

HMI Cabang Surabaya
Machsus Fawzy

PMII Cabang Surabaya
Machrus Ali

PMKRI Cabang Surabaya
Albert P. Lasut

GMNI Cabang Surabaya
Joko Supratikno
=eof=

Sumber:
PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK ( P R D )
PEOPLE'S DEMOCRATIC PARTY OF INDONESIA
International Office
E-mail : prdint1@peg.apc.org


Kirimkanlah E-mail ke alamat kami / Kembali ke Index bahasa Indonesia