PERNYATAAN PEMBELA KE-MERDEKA-AN INDONESIA 17 AGUSTUS 1996

Pada tanggal 17 Agustustus 1945 Kemerdekaan Indonesia telah di proklamasikan sebagai Negara Republik berdasar atas NEGARA HUKUM (Rechsstaat) dan pemerintah berdasar atas sistem KONSTITUSI (Hukum Dasar). Dalam Pembukaan UUD 45 dan pernyataan para pendiri bangsa Indonesia telah dinyatakan bahwa tujuan Negara , yaitu "melindungi Segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial". Cita-cita dasar kemerdekaan bangsa Indonesia 1945 yang murni dan bebas dari segala penindasan atas hak rakyat Indonesia pada tanggal 30 September 1965 dirampas kembali dengan cara pengambil alihan kekuasaan dibawah pimpinan jedral Soeharto, yang didukung oleh Amerika, Eropa dan Jepang, dan pembunuhan massal lebih dari satu juta manusia.
Perlakuan kekerasan militer terhadap Perjuangan hak konstitusional atas legalitas Megawati sebagai ketua DPP-PDI dan menindas pejuang pro Demokrasi atas hak hukum untuk mencapai Pemerintahan yang lebih Demokratis dan bebas dari penindasan rakyat adalah terbukti bahwa di Indonesia tidak ada keadilan sosial dan hak asasi manusia. Kita lihat pada para korban pejuang yang gugur penuntut keadilan sosial-kerakyatan berdasarkan UUD 45 dan Pancasila:

- Perlakuan cara kerja teroris gaya militer facsis dari regim 'Orde Baru' terhadap penangkapan, penculikan, pembunuhan misterius dan penyiksaan tahanan politik para pejuang pro demokrasi, seperti Dita Sari (ketua PPBI), Mochtar Pakpahan (ketua SBSI), Budiman Sudjatmiko (ketua PRD) dan Pramoedia Ananta Toer( ex-Tapol, penulis roman).
- Memberlakukan peraturan TEMBAK DI TEMPAT pada Demonstrasi-dmonstrasi untuk menuntut keadilan sosial dan hak asasi kemanusiaan dan memberlakukan peraturan dalam KEADAAN DARURAT.
- Perampasan dan penyerbuan gedung DPP-PDI pusat dengan mengorbankan para pejuang pro-demokrasi pada tanggal 27 dan 28 juli 1996 oleh SOERYADI sebagai Ketua illegal partai PDI melalui kongres rekayasa diktator militer jendral SOEHARTO di Medan.
- Perlakuan kekerasan militer angkatan laut-infanteri, angkatan darat dan polisi huru hara menyiksa dengan pukulan dan tendangan sepatu lars sangat kejam terhadap aksi mogok mogok 20.000 buruh yang tergabung dengan gerakan pro demokrasi dibawah koordinasi PRD pada tanggal 8/7/96 dan 9/7/96 di Surabaya.
- Perlakuan kekerasan militer terhadap demonstrasi mahasiswa di Ujung Pandang pada tanggal 22 April 1996 untuk menuntut pencabutan kembali peraturan kenaikan harga tarif-transportasi.
- Perlakuan kekerasan militer terhadap demonstrasi 'Tanjung Priok' pada tahun 1983 dengan korban lebih dari 500 orang.
- Melakukan pembunuhan massal pada aksi penyerangan dan pendudukan rakyat Maubere pada tahun 1975 dengan korban lebih dari 200 000 manusia ( 1/3 dari jumlah penduduk).
- Melakukan pembunuhan massal dan pembunuhan misterius terhadap rakyat Aceh, Papua, Lampung dan rakyat penuntut hak atas tanah garapan serta hak atas perbaikan hidup buruh.

Kekuasaan rejim Militer-Fascis 'Orde Baru' telah berlangsung lebih dari 30 tahun dan secara jelas, ditandai dengan perampasan kembali dan menindas atas hak kemerdekaan hidup rakyat Indonesia serta sebagai negara absolutisme penjajah rakyat Maubere yang baru merdeka dari penjajahan Portugal, telah melanggar CITA-CITA DASAR PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA. Dengan ini secara sadar bahwa Regim 'Orde Baru' dibawah pimpinan jendral Soeharto adalah pelaku subversif utama dan pencipta makar. Dengan ini kami sebagai pembela kemerdekaan negara Indonesia menyerukan untuk lebih merapatkan barisan demi meneruskan perjuangan murni PRO- DEMOKRASI yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta menghargai kemanusiaan.

Den Haag, 17 Agustus 1996

PERNYATAAN INI dibacakan dalam rangka AKSI SOLIDARITAS 17 AGUSTUS 1996 di Den Haag yang di organisir oleh BATAU'95, GOUDA bekerjasama dengan Koordinasigroep Pendukung Perjuangan Rakyat di Indonesia`(AKSI SETIAKAWAN, GERAKAN, INFOHD, YAYASAN TRAGEDI, TANAH AIR, TAPOL).

PERNYATAAN INI diteruskan dan disampaikan ke KBRI, Kedutaan Amerika, Inggris, Australia, Portugal, Jerman, Belanda dan Kementrian Luarnegri Belanda.

Coordinationgroup for Solidarity to the People's Resistance in Indonesia HTTP://www.xs4all.nl/~peace Email: peace@xs4all.nl

Kirimkan E-mail ke alamat kami / Kembali ke Index bahasa Indonesia